
Film ini berlatar masa depan (sekitar tahun 2029), di mana sistem hukum sudah digantikan oleh AI bernama Judge Maddox (diperankan oleh Rebecca Ferguson). Sistem ini disebut Mercy Court, dan super ekstrem: terdakwa dianggap bersalah dulu, lalu harus membuktikan dirinya tidak bersalah dalam waktu 90 menit, jika gagal maka akan langsung dieksekusi.
Tokoh utama dalam film ini adalah Chris Raven (diperankan oleh Chris Pratt), seorang detektif polisi, yang dijadikan terdakwa karena dituduh membunuh istrinya sendiri. Ironisnya, dia adalah orang yang dulu mendukung sistem AI ini un asdan beberapa kali membawa penjahat untuk duduk di kursi Mercy Court bahkan membuat orang tersebut dieksekusi.
Nonton film ini akan membuat kita tidak bisa kedip sedikitpun karena tensi dari film sangat menegangkan dan seru karena kita dipaksa memperhatikan lekat-lekat dari semua yang ditampilkan untuk bisa ikut melihat apakah cukup bukti untuk mendukung Chris atau justru membuatnya dieksekusi. Perang Chris Pratt sih cocok sekali menurut saya karena ada jokesnya tapi ada juga ketegangannya dan keseriusannya. Lalu untuk Maddox juga oke banged sih, muka Rebecca yang datar pas banged dan ketika dia berubah haluan dan membantu Chris tetap bisa bertahan di muka datar.
Dari semua penjelasan melalui semua akses digital bahkan untuk yang tidak diketahui sekalipun asalkan terkoneksi ke cloud, semua bisa ditarik datanya dan bisa dianalisa. Hanya yang masih manual dan tidak terkoneksi yang tidak bisa dilihat Maddox dimana di bagian inilah insting manusia bisa lebih unggul dibandingkan teknologi karena jadinya manusia yang cari lalu pas ketemu teknologi bantu teliti dan dapatkan data untuk kebutuhan bersama. Dan memang seharusnya seperti itu. Karena seperti kalimat di akhir film kalau Manusia bisa salah dan AI juga bisa salah.
Fakta yang mengejutkan adalah bagaimana semua data yang ada bisa mengungkapkan hal-hal yang sangat tidak biasa dimana Chris jadi tahu kalau anaknya Britt (Kylie Rogers) punya second account yang beda banged dengan yang primary. Ternyata istrinya, Nicole (Annabelle Wallis) punya selingkuhan dan seperti kebanyakan orang selingkuh ternyata Cuma butuh orang yang mau mendengarkan masalahnya seperti Patrick Burke (Jeff Pierre). Semuanya bisa terjadi karen Chris terlalu sibuk dan terlebih sibuk dengan kesalahan yang terus menerus diingat atas kematian rekannya Ray Vale (Kenneth Choi) yang mana penyebabnya tidak mendapat hukuman melainkan dibebaskan bersyarat. Chris menjadi mabuk-mabukan dan ini yang membuat emosinya tak terkendali dan membuat sikapnya menjadi tidak menyenangkan bagi keluarganya. Pesan moral adalah jangan bawa kerjaan pulang karena orang di rumah ngga pernah tahu apa yang terjadi namun menjadi penerima akibatnya.
Inti masalahnya adalah dendam dan sistem pemerintah yang ingin terlihat sempurna dan bagus di mata masyarakat yang untuk mencapainya menghalalkan segala cara termasuk yang curang. Tentu saja ini sangat merugikan, di mata masyarakat mungkin tidak terlihat atau mungkin dianggap hanya kehilangan bagi satu orang tapi tentu saja hal ini sangat tidak menyenangkan bagi si satu orang itu. Jadi yang namanya kerugian ya tetap kerugian, yang namanya kehilangan ya tetap kehilangan walau ada yang namanya prioritas namun tentu ada serangkaian syarat di belakangnya jika terpaksa harus memilih.



